LAPORAN PRAKTIKUM
Hari/tanggal praktikum : Rabu, 20 februari
2013
Tempat : Lab. Biologi
Pembimbing : Zalfiati,S.Si
Judul
Praktikum : Urinalisis
Pemakalah :
- Muhammad Hasan
- Zaki Zikra
- Fadli Al hamidi
- Ilham
Kelas : XI IPA
Tujuan Praktikum
1. Mengetahui ada atau
tidaknya glukosa dalam urin
2. Mengetahui ada atau
tidaknya protein dalam urin
Dasar Teori
Urin atau air seni atau air kencing
adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan
dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Pengeluaran urin
diperlukan untuk mem-buang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh
ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh.
Secara umum urin berwarna kuning. Urin
encer warna kuning pucat (kuning jernih), urin kental ber-warna kuning pekat,
dan urin baru / segar berwarna kuning jernih. Urin yang didiamkan agak lama
akan berwarna kuning keruh. Urin berbau khas jika dibiarkan agak lama berbau
ammonia. Ph urin berkisar antara 4,8 – 7,5, urin akan menjadi lebih asam jika
mengkonsumsi banyak protein,dan urin akan menjadi lebih basa jika mengkonsumsi
banyak sayuran. Berat jenis urin 1,002 – 1,035.
METODE
PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN
Alat dan bahan:
- Urin
- Spiritus
- Penjepit tabung reaksi
- Tabung reaksi
- Biuret
- Benedict/Fehling A/B
- Pipet tetes
Uji kandungan Glukosa urine
- Masukkan urin sebanyak 2 ml kedalam tabung reaksi
- Tambahkan 15 tetes reagen benedict ke dalam urin
- Panaskann selama 1 – 2 menit
- Amati perubahan warna dan endapan yang terjadi
a. Hijau : kadar glukosa 1 %
b. Merah : kadar glukosa 1,5 %
c. Orange : kadar glukosa 2 %
d. Kuning : kadar glukosa 5 %
Uji Protein urin
- Masukkan urin sebanyak 2 ml kedalam tabung reaksi
- Tambahkan 8 tetes larutan reagen biuret
- Amati perubahan warna yang terjadi
- Catat dalam tabel hasil pengamatan
5.
Tabel Hasil Pengamatan
|
No
|
Nama
|
Tes / Uji
|
||||
|
pH
|
Glukosa
|
Protein
|
Warna 1
|
Warna2
|
||
|
1
|
Siswa A
|
5
|
0%
|
Tidak ada
|
biru
|
biru
|
|
2
|
Siswa B
|
6
|
0%
|
Tidak ada
|
biru
|
biru
|
Penyakit apa sajakah yang terindikasi jika kadar gula urin positif?
Jika kadar gula pada urine positif, maka dapat teridentifikasi penyakit.
Penyakit - penyakit tersebut adalah sebagai berikut :
.
A Glikosuria, ini disebabkan adanya kerusakan pada tabung ginjal.
b. Diabetes Melitus (Kencing Manis), disebabkan karena pangkreas tidak
menghasilkan atau
hanya menghasilkan sedikit sekali insulin. Insulin adalah hormon yang mampu
mengubah
glukosa menjadi glikogen sehingga mengurangi kadar gula dalam darah. Selain
itu, insulin
juga membantu jaringan tubuh menyerap glukosa sehingga dapat digunakan
sebagai
sumber energi. Penyakit ini menyebabkan penderitenya sering buang air
kecil, cepat haus
dan lapar, serta menimbulkan masalah pada metabolism lemak dan protein.
Jelaskan hubungan antara kadar protein dalam urin dengan kesehatan!
Ternyata apabila urine mengandung
protein berarti orang yang memiliki urine tersebut mengalami kebocoran protein,
yaitu penyakit sebagai berikut :
Sindroma Nefrotik dan FSGS. Pertama-tama, penyakit ini nama lengkapnya
adalah FSGS (Focal Segmental Glomerulo sclerosis). Penyakit ini sekitar 70-80%
muncul sebagai sindroma nefrotik, yaitu suatu sindroma (kumpulan gejala) yang
terdiri dari :
- Bengkak di tungkai / kaki, mata, bisa juga pada perut (ascites).
- Kebocoran protein di urin yang tinggi, lebih dari 3 g/urine 24 jam (Normal 150 mg/urine 24 jam).
- Kadar albumin darah yang rendah yaitu kurang dari 3 g/dl.
- Kolesterol darah yang tinggi.
Kesimpulan
Kesimpulannya adalah, kedua sampel urine tersebut memiliki pH yang
normal. Kedua urine tidak mengandung glukosa. Jadi, apabila dalam
suatu urine mengandung glukosa,maka orang yang memiliki urine tersebut mengidap
penyakit Glikosuria atau mungkin Diabetes Melitus, itu tergantung di
bagian mana kerusakannya dan juga gejala-gejalanya. Asal klorida adalah
dari peng-reabsorpsian ion Cl- secara pasif di bagian Tubulus Kontortus
Distal dan terjadi sekresi aktif ion Cl- di bagian lengkung henle. Klorida
harus ada pada urine, karena apabila tidak, maka urine tersebuttermasuk urine
yang tidak normal. Sebaliknya, apabila dalam urine terkandungProtein, maka
urine tersebut termasuk urine yang tidak normal. Te-patnya adalah, sudah
terjadi kerusakan di bagian organ tertentu. Seperti yang kami jelaskan
di atas.
