Selasa, 26 Februari 2013


LAPORAN PRAKTIKUM
Hari/tanggal praktikum : Rabu, 20 februari 2013
Tempat : Lab. Biologi
Pembimbing : Zalfiati,S.Si
Judul Praktikum : Urinalisis
Pemakalah : 
  1. Muhammad Hasan
  2. Zaki Zikra
  3. Fadli Al hamidi
  4. Ilham
Kelas : XI IPA
Tujuan Praktikum
1. Mengetahui ada atau tidaknya glukosa dalam urin
2. Mengetahui ada atau tidaknya protein dalam urin


Dasar Teori

Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Pengeluaran urin diperlukan untuk mem-buang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh.

Secara umum urin berwarna kuning. Urin encer warna kuning pucat (kuning jernih), urin kental ber-warna kuning pekat, dan urin baru / segar berwarna kuning jernih. Urin yang didiamkan agak lama akan berwarna kuning keruh. Urin berbau khas jika dibiarkan agak lama berbau ammonia. Ph urin berkisar antara 4,8 – 7,5, urin akan menjadi lebih asam jika mengkonsumsi banyak protein,dan urin akan menjadi lebih basa jika mengkonsumsi banyak sayuran. Berat jenis urin 1,002 – 1,035.
METODE PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN

Alat dan bahan:
  1. Urin
  2. Spiritus
  3. Penjepit tabung reaksi
  4. Tabung reaksi
  5. Biuret
  6. Benedict/Fehling A/B
  7. Pipet tetes

Uji kandungan Glukosa urine
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie-FMZXhLPtnJbzrFttQuIEyyV5eS_AhEyk5FyKbHuHJOy4fBrGZBGRl_rPWVpMnBTw079Q8BhKpoB9JQjrBhLCn6fglpRI-QFHZYYyBTTnAfiYOUXT1_cgZJL80TeFrgQcz7yoX7L_Jw/s400/urin5.jpg
  1. Masukkan urin sebanyak 2 ml kedalam tabung reaksi
  2. Tambahkan 15 tetes reagen benedict ke dalam urin
  3. Panaskann selama 1 – 2 menit
  4. Amati perubahan warna dan endapan yang terjadi
a. Hijau : kadar glukosa 1 %
b. Merah : kadar glukosa 1,5 %
c. Orange : kadar glukosa 2 %
d. Kuning : kadar glukosa 5 %


Uji Protein urin

  1. Masukkan urin sebanyak 2 ml kedalam tabung reaksi
  2. Tambahkan 8 tetes larutan reagen biuret
  3. Amati perubahan warna yang terjadi
  4. Catat dalam tabel hasil pengamatan
5.    Tabel Hasil Pengamatan
No
Nama
Tes / Uji
pH
Glukosa
Protein
Warna 1
Warna2
1
Siswa A
5
0%
Tidak ada
biru
biru
2
Siswa B
6
0%
Tidak ada
biru
biru


Penyakit apa sajakah yang terindikasi jika kadar gula urin positif?
Jika kadar gula pada urine positif, maka dapat teridentifikasi penyakit. Penyakit - penyakit tersebut adalah sebagai berikut :
.    A Glikosuria, ini disebabkan adanya kerusakan pada tabung ginjal.
b. Diabetes Melitus (Kencing Manis), disebabkan karena pangkreas tidak menghasilkan atau
hanya menghasilkan sedikit sekali insulin. Insulin adalah hormon yang mampu mengubah
glukosa menjadi glikogen sehingga mengurangi kadar gula dalam darah. Selain itu, insulin
juga membantu jaringan tubuh menyerap glukosa sehingga dapat digunakan sebagai
sumber energi. Penyakit ini menyebabkan penderitenya sering buang air kecil, cepat haus
dan lapar, serta menimbulkan masalah pada metabolism lemak dan protein.
Jelaskan hubungan antara kadar protein dalam urin dengan kesehatan!
Ternyata apabila urine mengandung protein berarti orang yang memiliki urine tersebut mengalami kebocoran protein, yaitu penyakit sebagai berikut :
Sindroma Nefrotik dan FSGS. Pertama-tama, penyakit ini nama lengkapnya adalah FSGS (Focal Segmental Glomerulo sclerosis). Penyakit ini sekitar 70-80% muncul sebagai sindroma nefrotik, yaitu suatu sindroma (kumpulan gejala) yang terdiri dari :

  1. Bengkak di tungkai / kaki, mata, bisa juga pada perut (ascites).
  2. Kebocoran protein di urin yang tinggi, lebih dari 3 g/urine 24 jam (Normal 150 mg/urine 24 jam).
  3. Kadar albumin darah yang rendah yaitu kurang dari 3 g/dl.
  4. Kolesterol darah yang tinggi.


Kesimpulan
Kesimpulannya adalah, kedua sampel urine tersebut memiliki pH yang normal. Kedua urine tidak mengandung glukosa. Jadi, apabila dalam suatu urine mengandung glukosa,maka orang yang memiliki urine tersebut mengidap penyakit Glikosuria atau mungkin Diabetes Melitus, itu tergantung di bagian mana kerusakannya dan juga gejala-gejalanya. Asal klorida adalah dari peng-reabsorpsian ion Cl- secara pasif di bagian Tubulus Kontortus Distal dan terjadi sekresi aktif ion Cl- di bagian lengkung henle. Klorida harus ada pada urine, karena apabila tidak, maka urine tersebuttermasuk urine yang tidak normal. Sebaliknya, apabila dalam urine terkandungProtein, maka urine tersebut termasuk urine yang tidak normal. Te-patnya adalah, sudah terjadi kerusakan di bagian organ tertentu. Seperti yang kami jelaskan di atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar